Showing posts with label Turki. Show all posts
Showing posts with label Turki. Show all posts

Saturday, August 6, 2016

Mengurus Aile Cüzdanı, Buku Nikah Versi Turki

Padahal sudah setahun lebih nikah, kami baru punya waktu untuk mengurus Aile Cüzdanı alias buku nikah versi Turki. Dasar malas yaaa..

Sebenarnya tahun lalu waktu kami mudik ke Hopa, kami sudah sempat ke Nüfus Müdürlüğü Hopa lho.. Tapi sayangnya karena saat ini kami berdomisili di Ankara, jadinya harus bawa formulir dari Muhtarlık ilçe (semacam distrik) tempat kami tinggal. Ya sudahlah, karena suami hanya bisa ngurus kalau lagi cuti jadinya harus ditunda tahun depannya.

Tahun ini kami baru ada waktu untuk bikin, itu pun setelah aku agak maksa karena suami bilangnya ntar besok entar besok melulu. Akhirnya kami tentukan waktu. Jam 9 pagi kami keluar rumah langsung menuju ke kantor Muhtarlık Elvankent. Untung cuma beberapa langkah dari apartemen kami. Eh, pas sudah di sana malah petugasnya bilang kalau nggak perlu pakai surat keterangan atau formulir apa pun kecuali mau ngurus aile cüzdanı yang hilang. Oke lah, kami naik otobüs ke kantor Nüfus Müdürlüğü. Yah, untunglah saat itu otobüsnya masih gratis. Pas udah di sana ternyata kami disuruh balik ke Muhtarlık untuk tanda tangan surat keterangan. Ya Allah, sabaarrr.. untung hari itu lagi mendung.

Balik lagi nih ke kantor Muhtarlık. Kami diminta foto masing2 1 lembar. Aku kasih foto kami yang ukuran 3x4, itu pun sama petugasnya masih harus dipotong. Kelar urusan, kami bayar 6 TL. Okay, done. Sekarang balik lagi ke kantor Nüfus Müdürlüğü. 

Kami langsung nyerahin formulir yang sudah diisi, petugas bilang bayar 80 TL. Kami menyerahkan formulir yang sudah ada fotonya, ID card kami, 2 lembar foto yang serupa, juga buku nikah versi Indonesia beserta terjemahan resminya. Kami cukup menunggu selama 10 menit (petugasnya sempat tanya nama keluargaku dan langsung dijelaskan oleh suami kalau orang Indonesia kebanyakan nggak punya surname), jadi deh Aile Cüzdanı kami :)

Alhamdulillaah legaa.. Setelah ini jadi aman kalau mau ngurus dokumen apa pun di sini.


 


Tuesday, July 28, 2015

Gagal Masuk ke Negara Georgia

Rencananya mumpung lagi liburan di tempat mertua di Kemalpaşa Hopa Artvin, aku dan suami mau sekalian main ke Georgia. Dari desa suamiku cukup 10 menit saja naik mobil menuju perbatasan Turki-Georgia menuju ke Batumi.

Karena antrean mobil lumayan panjang, kami berdua plus saudara-saudara suami berangkat jam 8 pagi. Lumayan nggak terlalu ramai sih.

Begitu masuk gate (naik mobil), masalah dimulai. Sebelumnya aku sudah cari info di internet. Paspor RI bisa masuk Georgia pakai Visa on Arrival (VOA). Okelah kalau begitu. Selama ini aku nggak pernah masuk negara lain melalui jalan darat, jadi aku nggak tau rule nya seperti apa.

Waktu petugas imigrasi lihat paspor Indonesia,aku disuruh turun dari mobil. Aku harus lewat gate seperti yang lain. Oke nggak masalah. Di sini aku tanya apa aku perlu bayar VOA, petugas imigrasi Turki bilang nggak perlu. Oke, kami ngantre panjang, setelah sampai di loket Passport Control petugas di situ nanya-nanya apa aku punya izin tinggal di Turki, soalnya kartu İkamet-ku udah habis masa berlakunya. Aku tunjukkan kertas bukti perpanjangan İkamet. Okay done.

Aku lupa kalau aku harus melewati gate imigrasi negara Georgia. Masalah kedua di sini. Petugas bilang kalau aku harus punya visa masuk dan itu harus diurus di Kedubes Georgia di Trabzon. Alamakk...jauhh..

Ternyata di perbatasan Artvin-Batumi nggak ada konter VOA. Yah...mau gimana lagi? Baru kali ini aku ditolak masuk ke sebuah negara. Akhirnya suamiku pun cuma masuk gate Batumi (dengan lancar) terus keluar lagi menuju ke imigrasi Turki. Demi stempel nih ceritanya, karena aku harus mendaftarkan IMEI ponselku di kantor pajak Turki. Waktu masuk bulan Februari kami nggak langsung mengurus pajak buat ponsel asing, makanya teleponku nggak berfungsi buat kartu Turki. 

Tapi lumayan, aku sudah sempat ambil foto gate menuju Georgia :)


Lain kali kalau mau main ke negara lain lewat jalan udara saja ah..

Sunday, May 4, 2014

Dreams Come True

Alhamdulillaah.. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang Maha Pemurah. Semua berawal dari impian :)

Akhir tahun 2013, tepatnya awal bulan Desember 2013, aku benar-benar diberikan kesempatan untuk melihat dan menyentuh salju. The real snow. I love it sooo much.
Alhamdulillah Allah mengijinkanku untuk berkunjung ke Turki, negara yang terakhir kusebutkan di salah satu (atau salah dua) artikel di blogku ini. There were three countries that I really really wanna visit, then Turkey was the fourth of them. Tapi cerita tentang ini akan kutulis nanti. Semoga tahun ini aku benar-benar bisa merealisasikan impianku menulis novel. Aamiin.

Impian kedua yang menjadi kenyataan adalah...jreng jreng.. Akhirnya aku lolos tes awak kabin haji Garuda Indonesia Airlines, maskapai kebanggaan Indonesia :)
Alhamdulillah yaa Rabb. Impian sejak aku berusia 18 tahun akhirnya tercapai.

Jadi intinya adalah tak ada sesuatu pun yang tak mungkin terjadi. Kita wajib berusaha dan berdoa. Apapun impian kita, jika Allah menghendaki insyaAllah akan terwujud di saat yang tepat menurut-Nya. Keep fighting for your dreams, fellas ^^

Thursday, April 4, 2013

A Part of My Life Story



Semua berawal dari hajj flight first round ke Turki. Yah, baru pertama kali ini aku dapat flight ke sana. Tepatnya kami berangkat ke Izmir, yang baru-baru ini kuketahui terletak di pantai barat Turki (hehehe..hasil dari gugling).

Entah mungkin ini yang dinamakan takdir, yang seharusnya hari itu kami langsung balik ke Madinah, ternyata ada halangan. Jadilah para crew layover setengah hari di Izmir (yaaay!!). Begitu semua dokumen diurus oleh purser, kami turun dari pesawat menuju ke luar bandara untuk menginap di salah satu hotel terdekat. Akhirnya kami menginjakkan kaki di bumi Turki untuk pertama kalinya.

Karena saat itu udah jam 11 malam dan kami harus check out jam 7 pagi, jadinya nggak terpikir untuk menikmati suasana di luar hotel. Kesan pertamaku: takjub. Aku liat salah satu mas resepsionis hotelnya ganteng bangeeettt. Wajahnya khas Turki, campuran antara Arab ama Eropa. Terpesona, baru sekali aku lihat makhluk seganteng itu di depan mata. Hihihi...mulai ganjen dan lebay deh :p

Keesokan paginya kami turun ke lobi hotel, siap-siap untuk check out. Eh, ternyata baru dapat kabar kalo diperpanjang sampe jam 12 siang. Asiiiikkk...akhirnya sempat juga jalan-jalan sambil berfoto ria! Tapi sayang banget pusat kotanya jauh dari area hotel, jadinya kami cuma bisa jalan ke toko semacam mini market di dekat hotel untuk beli suvenir. Lumayan lah, daripada nggak sama sekali. Lagian lumayan kok, pemandangan di sekitar hotel dan bandaranya bagus, bunga-bunga berderet cantik di dekat pagar pembatas jalan dan terlihat perbukitan yang nggak kalah menakjubkan.

Selepas tengah hari, kami balik ke bandara buat ngantar calon jamaah haji ke Madinah. Meskipun cuma sebentar, tapi Izmir udah bikin aku jatuh cinta. Turki langsung jadi salah satu negara favoritku. Jika Allah menghendaki, aku pengen balik lagi ke sana suatu saat nanti.

Sejak hari itu, aku mulai suka nonton tv Turki yang siarannya ada di tv kabel compound. Suka nonton sinetronnya sana, yg aktor dan aktrisnya wow banget :D Mulai tertarik untuk lebih mengenal budayanya juga. Pas udah selese tugas dan balik ke Indonesia tercinta, aku mulai iseng cari teman dari Turki. Eh, nemu satu cewek cantik di facebook. Namanya Gamze. Dia dan keluarganya tinggal di Jerman, tapi memang mereka asli Turki, aku lupa dari kota mana. Si Gamze ini yg berbaik hati ngajarin aku bahasa Turki. Seneng banget, jadi nambah sodara juga, sodara jauuuhh :)

Yak, dan cerita mulai bergulir sejak saat itu..

Aku memang suka lihat wajah-wajah khas Turki, tapi nggak kepikiran untuk cari suami yg asli sono. Someday aku yang iseng ini kenalan ama pria warga negara Turki yang tinggal di Istanbul. Baru kenal, eh si masnya ini dengan nyantainya tanya, “Will you marry me, Rosa?” Gubrak!!! Emangnya nikah segampang itu, Mas? Aku tolak dong pastinya. Lagian aku punya firasat jelek tentang masnya. Malamnya aku mikir, aku mau lihat gimana watak asli si masnya ini. And I wasn’t wrong at all. Bener firasatku, mas ini sebenernya nggak baik. He said something that made me wanna slap his face. Alhamdulillaah, Allah kasih aku insting yang kuat.

Tapi aku pikir nggak semua bule br*ngs*k kayak dia. Aku yakin di luar sana banyak laki-laki yang baik.


-to be continued-

Wednesday, January 16, 2013

Turkey: Love at the First Touch Down

Turkiiiiii...

Kalo ngomongin negara yang satu ini, aku jadi antusias. Padahal dulu nggak terbersit sama sekali untuk mengenal lebih jauh tentang Turki. Gara-garanya adalah karena waktu itu ada accident yang bikin semua crew harus layover di Izmir, salah satu daerah di Turki. What a nice accident. Hehehe.. Karena hal yang nggak disengaja itu, kami jadi punya kesempatan keluar dari bandara Adnan Menderes Izmir dan menginap semalam di Orty Airport Hotel Izmir. Yah, lumayan lah, daripada nggak sama sekali karena biasanya perjalanan 3 jam kan nggak pakai acara layover :D

numpang foto di depan papan penunjuk jalan :p


First touch down, first love. Kesan pertamaku tentang negara ini: çok güzel. Cantiiiikkk :))
Meskipun cuma bisa jalan-jalan di sekeliling hotel yang dekat banget dari bandara, tapi aku bisa lihat gunung, jalanan yang bersih, taman bunga yang cantik, and everything goes perfectly in my eyes. I love it :)
Belum lagi para penumpang kami yang ramah, bikin aku makin jatuh cinta pada negara Turki. Sayang kami cuma sebentar berada di sana. Lumayan juga sih, udah sempat beli oleh-oleh berupa magnet kulkas dan Turkish Delight yang manis dan kenyal.

Someday I will visit this country again. Not as a flight attendant, but as a tourist. Insyaallah, aamiin.. :))