Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

Sunday, May 4, 2014

Dreams Come True

Alhamdulillaah.. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang Maha Pemurah. Semua berawal dari impian :)

Akhir tahun 2013, tepatnya awal bulan Desember 2013, aku benar-benar diberikan kesempatan untuk melihat dan menyentuh salju. The real snow. I love it sooo much.
Alhamdulillah Allah mengijinkanku untuk berkunjung ke Turki, negara yang terakhir kusebutkan di salah satu (atau salah dua) artikel di blogku ini. There were three countries that I really really wanna visit, then Turkey was the fourth of them. Tapi cerita tentang ini akan kutulis nanti. Semoga tahun ini aku benar-benar bisa merealisasikan impianku menulis novel. Aamiin.

Impian kedua yang menjadi kenyataan adalah...jreng jreng.. Akhirnya aku lolos tes awak kabin haji Garuda Indonesia Airlines, maskapai kebanggaan Indonesia :)
Alhamdulillah yaa Rabb. Impian sejak aku berusia 18 tahun akhirnya tercapai.

Jadi intinya adalah tak ada sesuatu pun yang tak mungkin terjadi. Kita wajib berusaha dan berdoa. Apapun impian kita, jika Allah menghendaki insyaAllah akan terwujud di saat yang tepat menurut-Nya. Keep fighting for your dreams, fellas ^^

Sunday, May 19, 2013

Bromo

Alhamdulillah, akhirnya tanggal 4-5 Mei 2013 kesampaian juga pergi ke Bromo bareng keluarga :)

Kami berangkat dari rumah om di Sidoarjo setelah sholat maghrib. Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, akhirnya kami sampai di gapura Cemoro Lawang. Sayangnya waktu itu kami sama-sama nggak update berita terbaru. Ternyata eh ternyata, kedatangan kami berbarengan dengan kunjungan RI 1 di Bromo (3-4 Mei 2013). Hmmm..baiklah.

Mobil kami 3 kali muter-muter ragu untuk nerusin perjalanan karena awalnya kami dicegat oleh bapak-bapak petugas di sana. Katanya nggak diijinkan masuk. Eh pas kami turun, ternyata ada 2 atau 3 mobil yang cuek aja naik dan nggak disuruh balik turun. Akhirnya setelah 3 kali putaran, kami nekat ikutan cuek. Bodo' amat, udah datang jauh-jauh juga sih.

Begitu sampai di parkiran, kami keluar dari mobil. Udah jam 11 kalo nggak salah. Kami mau sholat isya'. Begitu keluar...brrrrr...masya Allah, dingin bangeeettt! Pas mau cari toilet, ternyata semua toilet yang ada di situ udah ditutup. Katanya kalo lebih dari jam 11 udah nggak ada toilet umum yang dibuka untuk wisatawan. Apahhhh?? Emang pipis bisa diatur waktunya? Haduh, nggak banget deh inii.. :( Terpaksalah kami beli air mineral botol besar untuk bersih-bersih habis pipis. Yah, you know lah.. Kami cari toilet di dekat mushola yang...subhanallah, kenapa dikunci jugaaa?? T_T Tapi untung dikunci sih, abisnya diliat dari depan aja udah serem banget pintunya :p

Well...ternyata setelah kena air wudhu, badan rasanya udah nggak terlalu dingin lagi. Kami sholat nggak di dalam mushola karena waktu itu dipake istirahat para polisi. Dan setelah sholat pun kami yang niat awalnya mau jalan-jalan terpaksa batal karena banyak polisi yang lagi bertugas di situ.

Besok paginya sebelum subuh kami bangun. Aku udah siap-siap pake jaket, syal, kaos kaki, kaos tangan, dan topi karena rencananya setelah sholat kami langsung jalan ke Bromo. Tips nih buat yang belum pernah ke sana. Bawa juga kaca mata dan masker, soalnya setelah sampai di lautan pasir dan kita naik ke puncak, pasirnya pasti bikin kelilipan dan sesak napas. Apalagi menjelang siang anginnya mulai kencang. Oh ya, jangan lupa juga pakai sun block ;)


sisters

Perjalanan naik ke puncak Bromo memang butuh niat yang kuat. Kalo nggak, rasanya pengen nyerah aja, bahkan sebelum kaki menapaki tangga. Tapi setelah anak tangga paling atas terlewati, rasanya lega banget. "Perjuangan" terasa nggak sia-sia melihat kawah dan pemandangan sekeliling dari atas gunung. MasyaAllah. Dan syukurlah pas turun nggak seberat saat mendaki. Lancaaarrrr :D


the crater
with my little brother

Ini untuk kedua kalinya aku melihat Bromo secara langsung. Yang pertama, di akhir tahun 2010 sewaktu Bromo meletus.

27 November 2010

Wednesday, January 16, 2013

Turkey: Love at the First Touch Down

Turkiiiiii...

Kalo ngomongin negara yang satu ini, aku jadi antusias. Padahal dulu nggak terbersit sama sekali untuk mengenal lebih jauh tentang Turki. Gara-garanya adalah karena waktu itu ada accident yang bikin semua crew harus layover di Izmir, salah satu daerah di Turki. What a nice accident. Hehehe.. Karena hal yang nggak disengaja itu, kami jadi punya kesempatan keluar dari bandara Adnan Menderes Izmir dan menginap semalam di Orty Airport Hotel Izmir. Yah, lumayan lah, daripada nggak sama sekali karena biasanya perjalanan 3 jam kan nggak pakai acara layover :D

numpang foto di depan papan penunjuk jalan :p


First touch down, first love. Kesan pertamaku tentang negara ini: çok güzel. Cantiiiikkk :))
Meskipun cuma bisa jalan-jalan di sekeliling hotel yang dekat banget dari bandara, tapi aku bisa lihat gunung, jalanan yang bersih, taman bunga yang cantik, and everything goes perfectly in my eyes. I love it :)
Belum lagi para penumpang kami yang ramah, bikin aku makin jatuh cinta pada negara Turki. Sayang kami cuma sebentar berada di sana. Lumayan juga sih, udah sempat beli oleh-oleh berupa magnet kulkas dan Turkish Delight yang manis dan kenyal.

Someday I will visit this country again. Not as a flight attendant, but as a tourist. Insyaallah, aamiin.. :))

Saturday, June 16, 2012

Air Terjun Singokromo dan Sedudo

Akhirnya tanggal 26 Mei 2012 aku ikut touring lagi. Pagi-pagi kumpul di kantor BNI Kediri, berangkat bareng menuju kantor BNI KLN Nganjuk untuk bergabung dengan rekan-rekan Bikers46 Chapter Unair Surabaya, kemudian kami menuju ke daerah Sawahan, Nganjuk. Rehat sejenak di rumah salah satu nasabah inti, kemudian kami segera melanjutkan perjalanan menuju air terjun Singokromo.

Di perjalanan, kami disambut oleh jalanan berkelok-kelok naik turun. MasyaAllah.. indah banget! Terasa menyenangkan memandang tanah tinggi menjulang berwarna hijau yang serasi dengan birunya langit hari itu. Jalanan menuju air terjun Singokromo adalah jalan setapak yang hanya bisa dilalui pejalan kaki atau kendaraan beroda dua saja.

Sesampainya di kawasan Singokromo, kendaraan kami parkir. Kemudian kami turun melewati jalan dengan batu dan tanah yang lumayan licin hingga sampai ke air terjun. Masya Allah, capeknya langsung terbayar dengan cipratan air terjun yang terasa menyegarkan kulit dan tentu saja indah dipandang mata.

Setelah puas bermain air dan berfoto-foto, kami dengan pakaian yang masih basah kembali berkendara menyusuri jalan menuju kawasan air terjun Sedudo. Kontras dengan kondisi Singokromo yang masih asli, Sedudo terlihat lebih terawat dengan tempat parkir, tangga yang tidak terlalu tinggi serta para penjual makanan dan souvenir di sekitar kawasan. Terlihat bahwa memang Sedudo merupakan salah satu kawasan wisata andalan Kabupaten Nganjuk.

Air terjun Sedudo, Nganjuk
have fun with BNI crew



















Puas sekali rasanya setengah hari berada di dua tempat yang indah, meskipun sorenya harus pulang ke Surabaya dengan kaki capek luar biasa :)

Monday, December 26, 2011

Jalan-Jalan ke Singapura


Sebenernya ini pengalamanku setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 6-7 November 2010. Aku dan teman-teman sekantor berkesempatan jalan-jalan ke Singapura. Something I've never imagined before.

Berangkat dari kantor BNI Kediri tanggal 6 November jam setengah satu pagi dan nyampe bandara internasional Juanda Surabaya sekitar jam 3. It was early morning still, sementara pesawat kami dijadwalkan take off jam 6 pagi. Sebenernya masih ngantuk, tapi karena terlalu excited kami jadi betah melebarkan mata selama berada disana. Tepat jam 6 WIB, pesawat China Airlines yang membawa kami perlahan mulai terbang meninggalkan landasan.

Pesawat landing di Changi International Airport Singapore sekitar jam 9. Aku kagum melihat penataan bandara ini, dengan eskalator datar dan karpet-karpet merah serta taman-taman kecil yang cantik. Nggak lama kemudian rombongan kami dibagi menjadi dua grup: A dan B. Aku ikut rombongan grup A. Kedua bus segera membawa kami mengelilingi Singapura, sebuah negara kecil tetangga Indonesia dan Malaysia yang letaknya berdekatan dengan pulau Batam.


Pemberhentian pertama kami adalah Singapore Flyer, sebuah bianglala raksasa berbentuk kapsul-kapsul besar yang berputar searah jarum jam. Sayangnya kami nggak sempat masuk kedalam, hanya berfoto-foto di halaman luar (padahal aku pengen banget masuk untuk menikmati pemandangan 3 negara yaitu Singapura, Indonesia, dan Malaysia). Selanjutnya kami masuk kembali ke bus untuk berangkat menuju Merlion Park, tempat dimana terdapat patung Merlion, lambang negara Singapura berbentuk ikan berkepala singa. Sekitar satu jam kami disana menikmati pemandangan Marina Bay dan tentunya nggak melewatkan sesi berfoto bersama.

Perjalanan selanjutnya, kami menuju ke Orchard Road, sebuah kawasan elit paling terkenal di Singapura. Setelah menikmati santap siang di sebuah resto Indonesia di kawasan dekat Orchard Road, kami bebas berjalan-jalan keluar masuk pusat perbelanjaan. Saat itu sedang ada perayaan, aku lupa namanya, yang jelas jalanan disana bernuansa ungu, matching sama warna bajuku. Hehe.. Waktu dua jam rasanya kurang cukup bagi kami, tapi gimana lagi, kami harus melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Chinatown Complex.

Chinatown ini mengingatkanku pada Kya Kya, sebuah kawasan pecinan di daerah Kembang Jepun Surabaya. Di Chinatown Complex kita bisa berbelanja suvenir dengan harga miring, rata-rata SGD 10 per 3 biji. Mau beli keychain ato gantungan kunci? Disana banyak pilihannya. Uniknya, kantong plastik (kresek) yang diberikan pada pembeli laki-laki dan perempuan berbeda warnanya. Teman-teman laki-laki mendapat kantong plastik warna putih, sedangkan yang perempuan mendapatkan warna ungu. Aku nggak jelas juga maksudnya apa. Tapi sekali lagi, matching dengan warna baju dan celana yang saat itu kukenakan.

Last trip of the day, we enjoyed dinner in a Malay restaurant before checked-in at Value Hotel Thomson. Sebenarnya itu jam bebas, jadi kami dibebaskan pergi kemana aja kami suka. Tapi karena gerimis dan merasa capek bukan main, aku dan sebagian besar teman lebih memilih untuk tidur.


Hari kedua, 7 November 2010. Sekitar jam 7 pagi kami terlebih dahulu sarapan di hotel. Perjalanan hari kedua ini kami kembali dibagi menjadi dua grup: bus A (Universal Studios Singapore) dan bus B (shopping trip). Aku ikut rombongan di bus A yang akan menuju ke USS (Universal Studios Singapore). Setelah sarapan, kami sama-sama berangkat menuju ke tujuan masing-masing. Perjalanan menuju ke USS yang berada di Sentosa Island bikin aku deg-degan, nggak sabar untuk segera menikmati semua wahana disana. Perjalanan memakan waktu sekitar 45 menit sampai akhirnya bus yang mengantar kami tiba di area parkir Resort World Sentosa. Bersama-sama kami naik eskalator menuju USS. Wow! I finally visited this place! ^_^ Poto-poto dulu, as usual, di depan globe USS. Eh, ternyata di situ juga ada Hard Rock Cafe shop yang jual pernak-pernik asli HRC.


Kulihat di peta, USS memiliki tujuh zona dengan tema yang berbeda-beda. Begitu masuk kedalam, aku merasa berada di dunia film anak-anak, dunia fantasi yang kereeeeeenn!! Jepret sana, jepret sini, ketawa-ketiwi lihat deretan toko suvenir yang unik serta para tokoh kartun semacam Bettie Boop dan Woody Woodpecker bersliweran. It was amazing! Aku sepakat untuk jalan bersama tiga temanku, semua cewek. Jangan sampe ada yang terpisah dari rombongan. Lha iya, tempat segitu gedenya.. Tempat ini adalah zona pertama, Hollywood.

Lanjut ke zona kedua yaitu New York. Hampir mirip dengan Hollywood, disini kita juga bener-bener merasa seperti berada di Amerika Serikat. Kita bisa melihat berbagai properti seperti di film-film dan rasanya bener-bener berada disana. Tools dan shops yang ada mirip seperti aslinya. Ada juga gedung-gedung seperti yang biasa kita lihat di televisi.

Zona ketiga adalah Sci-Fi City, kota metropolis futuristik. Kayak berada di jaman robot-robot masa depan gitu. Tapi sayang, waktu itu wahana roller coaster Battlestar Galactica: HUMAN vs. CYLON masih belum dibuka untuk umum. Kami berempat cuma menikmati wahana Accelerator, semacam cangkir yang muter-muter itu, tapi dengan kecepatan tinggi.


Perjalanan kami lanjutkan menuju zona keempat, Ancient Egypt. Kesan pertamaku adalah Mesir bangeeett! Kita serasa dibawa ke jaman Mesir kuno yang ada mummi dan prasasti-prasastinya itu. Dimana-mana ada patung dewa Anubis. Kami berempat sepakat untuk masuk ke wahana Revenge of The Mummy. Awalnya kami mengira itu sejenis rumah hantu seperti yang ada di taman hiburan di Indonesia. Ternyata kami salah besar. Wahana itu adalah indoor roller coaster yang latarnya didesain seperti film The Mummy dengan big screen di depan kami dan obor-obor di kanan kiri. Kesan yang aku rasakan: gilaaa! keren abiiiissss!! Mual bukan main setelah dijungkir-balikkan di high speed roller coaster. Tau gitu aku minum obat anti mabok dulu. Hihihi.. Setelah pemanasan yang gila-gilaan, kami naik semacam jeep antik di wahana Treasure Hunter. Sebenernya ini cocok untuk ortu yang bawa anak, sedangkan kami berempat adalah para wanita dewasa yang merasa sayang untuk melewatkan tiap wahana yang ada karena sudah terlanjur bayar tiket masuk yang lumayan mahal. Hehehe..


Lanjut ke zona kelima yaitu Lost World. Disini kita bisa menikmati alam jaman prasejarah seperti di film Jurassic Park. Many dinosaurs there, I mean the replicas, completed with their roars. Kami berempat sepakat untuk mencoba wahana Jurassic Park. Sebelum masuk, kami beli jas hujan tipis transparan -kayak kantong gula- di vending machine seharga USD 2 (kalo nggak salah ingat), soalnya wahana ini berada di air. Kami berempat plus sepasang warga Singapura naik semacam sekoci kecil berbentuk bulat yang bisa dinaiki sekitar enam orang. Mengapung mengikuti arus sungai buatan, di sekeliling kami terdapat pemandangan prehistoric dengan pohon-pohon dan telur dinosaurus. Sambil bertanya-tanya dalam hati, ini kapan nyampe ke air terjunnya, tiba-tiba sekoci terhenti. Kami saling berpandangan dan...huaaaa...jatuhlah sekoci kami mengikuti aliran deras air terjun. Aku dan mbak Rizka tertawa terbahak-bahak melihat mbak Nita dan mbak Trina basah kuyup terkena air pas kami dijatuhkan tadi. Beruntung posisi jatuhku dan mbak Rizka di atas sehingga kami 'terselamatkan'. Once more, it was sooo fun! ^_^

Next, we were going to the sixth zone, Far Far Away. Ini nih negaranya Shrek. Terlihat cantiknya istana orang tua putri Viona. Serasa di negeri dongeng semacam cerita Cinderella. Kami masuk ke Shrek 4-D Adventure untuk melihat pertunjukan film animasi Shrek 4 dimensi. Masing-masing orang diberi kacamata khusus. Setelah duduk di kursi, petualangan pun dimulai. Empat jempol deh pokoknya. Kita serasa ikut berpetualang bersama Shrek, Viona dan Donkey melawan Prince Charming yang udah jadi hantu. Bisa ikut melompat-lompat waktu kereta Shrek melewati bebatuan dan akar-akar pohon besar di hutan, kena cipratan 'air ludah' Donkey pas dia bersin, ngerasain geli di kaki waktu ada laba-laba yang jatuh. Keren pol pokoknya. Setelah filmya selesai, kami menuju ke pertunjukan Donkey Live. Donkey nyanyi live bersama dua kawannya, headless man yang nabuh drum dan satu pria yang main piano. Kami kagum, gimana caranya Donkey yang kartun itu bisa ngobrol sama anak kecil yang ikut nonton bersama kami? Ckckckck...keren!

Setelah puas nonton Shrek dkk, kami kembali ke zona Lost World untuk nonton pertunjukan di WaterWorld. Pertunjukan ini berdasarkan film Waterworld. Kami berbasah-basah disana. Lha gimana, para pemain pertunjukan itu seakan nggak rela kalo penontonnya nggak ikutan basah. Mereka menyemprot penonton dengan selang besar, mengguyur pake ember, gila pokoknya, apalagi kalo ada penonton yang pakai payung...wah, nggak bakal dibiarkan kering.

Setelah baju kami agak kering, kami lanjutkan perjalanan ke zona terakhir, Madagascar. Ih, lucu-lucu deh karakter disitu. Kalo sudah pernah nonton film Madagascar, kalian pasti sudah mengenal King Julien dan para penguin. King Julien nakal banget, lempar-lempar es batu ke pengunjung. Aku dan kawan-kawan berfoto bareng para karakter lucu itu. Afterall, kami cari resto disitu. Meski mungkin kalian tahu nama dan bentuk makanan yang dijual, jangan harap rasanya sama seperti makanan Indonesia yang biasa kita makan, soalnya beneran rasanya agak aneh di lidah, mungkin karena mereka pakai bumbu yang agak beda dan nggak se'berani' orang Indonesia kalo pakai bumbu.

Waktunya balik ke hotel. Kami sempatkan belanja cindera mata sebelum keluar dari USS. Harga disitu agak mahal sih, tapi nggak apa-apa, kualitasnya juga lebih bagus kok.

Sesampainya di Value Hotel Thomson tempat kami menginap, tour guide kami meminta kami segera checked-out dan segera berangkat ke Changi. Hm...it was time to go home. Sayang cuma dua hari.. Syukur alhamdulillah, di perjalanan menuju Changi Airport hujan turun lumayan deras. Untung nggak hujan pas kami masih di USS. Saat itu sudah jam 6 sore WIB dan pesawat China Airlines kami dijadwalkan untuk lepas landas jam 9. Well...see you, Singapore! Pengen ke USS lagi suatu hari nanti. Mungkin bukan dengan teman-teman kantor atau sendirian, tapi bersama my beloved one. Aamiin.. :)

Monday, November 7, 2011

Komunitas Bikers 46 Kediri (Traveling is a Pleasure)

Dimulai saat teman-teman kantor main ke rumah Pak Oni BQA di Bojonegoro, sejak saat itulah aku memulai petualanganku sebagai "anggota tidak resmi" Bikers 46 Kediri. And you know what? It's soooo fun! 😊

Awalnya, waktu ke Bojonegoro naik mobil salah satu temen yang ngajak anaknya yang masih kecil. Aku ikut jagain si Luna yang imut itu. Berpetualang selama hampir seharian di sana, muter-muter di hawa yang panas menyengat rupanya malah menjadi pengalaman asyik bagiku. Ngadem di rumah Pak Oni, lanjut ke BNI Bojonegoro untuk liat pertandingan bulu tangkis antara cabang Kediri dengan Bojonegoro, trus jalan-jalan ke daerah yang aku nggak tau namanya. Letaknya di perbatasan Bojonegoro-Cepu. Kami berhenti untuk berfoto di dekat cerobong-cerobong tinggi yang mengeluarkan api alam. Fiuhh...bisa dibayangkan, betapa panasnya tempat itu.

Subhanallah, meski sepanas itu tapi yang aku liat tumbuh-tumbuhannya masih hijau, seger nggak kepengaruh panasnya api. Mungkin karena udah beradaptasi ya..? Setelah berpanas-panas ria, kami balik ke rumah Pak Oni sebentar, kemudian beliau mengajak kami ke sebuah restaurant di kolam pemancingan. Makan ikan sepuasnya! Hihihi...alhamdulillaah.. :))

Petualangan kedua adalah Pantai Prigi di daerah Trenggalek. Masih setia naik mobil. Hahaha.. Meski judulnya Touring with Bikers, aku dan teman-teman cewek selalu dapat kendaraan istimewa. Yup, kami naik VW. Waktu teman-teman berhenti sebentar untuk menunggu anggota rombongan yang masih tertinggal, aku yang sebenernya pengen banget naik motor sejak berangkat dari kantor, nggak menyia-nyiakan kesempatan itu. Turun dari mobil trus numpang ke salah satu motor teman. Ternyata menyenangkan rasanya naik motor di jalanan berkelok-kelok. Sesampai di pantai berpasir putih itu, kami langsung menikmati bekal. Yang nggak mungkin terlewatkan adalah naik perahu dan berfoto 😄


 Jogja adalah petualangan berikutnya. Berawal dari rayuan maut teman-teman Bikers 46 yang pengen banget touring kesana, akhirnya aku ikut dan menjadi the beautiful one. Well...agaknya ini yang dinamakan "terpaksa, membawa berkah". Hehehe.. Berangkat dari kantor bersepuluh, dan aku satu-satunya perempuan dalam rombongan. Nggak ada rasa takut sama sekali karena aku yakin teman-temanku pada baik semua :)


Tiga hari kami di sana, terhitung sejak berangkat dari Kediri hari Jumat pagi dan pulang dari Jogja hari Minggu pagi. Malioboro, Alun-Alun Jogja, Kaliurang, Tamansari, dan pulangnya lewat Cemoro Sewu (Tawangmangu). Pengen banget mampir ke salah satu ikon Jawa Tengah, yaitu Candi Prambanan/Borobudur, tapi sayang nggak keturutan karena waktu dan cuaca yang nggak memungkinkan :(
 
 Oh ya, waktu di Kaliurang ada yang seru. Waktu hampir sampai di puncak, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Kami berteduh di sebuah warung kopi. Ketua tim kami mengusulkan untuk mengitari area Kaliurang dengan naik kereta kelinci. Hahaha.. Jadi silakan dibayangkan, para pria berbadan besar dan satu gadis imut naik kereta kelinci 😁

Yang ga kalah seru adalah pada saat pulang. Kami melewati jalanan Cemoro Sewu. Aku nggak membayangkan bakal berada dalam kabut tebal di puncak gunung. Brrr...dingin banget!

Next trip 2 months later: Air Terjun Dolo yang terletak di daerah Besuki, Kabupaten Kediri. Kali ini Bikers 46 Kediri gabung dengan 46BC Chapter Unair Surabaya. Pemandangan yang masyaAllah indahnya disertai dinginnya hawa pegunungan. Sesampainya di sana, aku dan teman-teman langsung turun menuju air terjun. Saranku, sebelum turun, silakan melakukan pemanasan dulu. Subhanallah...tangganya serasa nggak habis-habis. Lututku rasanya gemetaran banget pas nyampe di bawah. Air terjunnya waktu itu kurang begitu bagus karena masih musim kemarau, jadi airnya nggak seberapa banyak. Habis makan mie instant plus minum susu hangat, tentunya setelah berfoto-foto ria, kami balik ke atas. Oh God...rasanya pengen ngesot aja, kaki ini nggak kuat lagi untuk naik. Jalan 9-10 langkah, berhentinya 5 menit. Kapan nyampenyaaa?? Sesampainya di atas, kepalaku mendadak pusing. Sepertinya tekanan darahku turun.


Nggak kapok dengan pengalaman di Dolo, waktu Bikers 46 ngadain touring ke Blitar, aku pun tetap menjadi pengikut setia. Jalan-jalan kali ini kami mulai ke Candi Penataran. Ketua tim hanya memberikan waktu selama 45 menit untuk berfoto dan berjalan-jalan menikmati peninggalan sejarah jaman kerajaan Kadiri. Setelah itu kami langsung menuju ke Pantai Tambakrejo yang terletak di pesisir selatan Blitar. Waktu itu ombaknya agak besar, jadi nggak ada yang berani berenang. Berjam-jam kami di sana. Memandang deburan ombak yang memukul bebatuan dan perlahan merayap membasahi pasir berwarna putih kecoklatan, menikmati santap siang berupa ikan bakar yang yummy, serta berbelanja ikan segar untuk dibawa pulang.

Seusai sholat dhuhur, kami lanjutkan perjalanan ke Goa Embultuk. Baru kali ini aku mendengar namanya. Goa yang unik. Untuk masuk ke dalam goa, para pengunjung harus rela berbasah-basah. How come? Masuknya aja lewat sungai kecil. Aku nggak ikut soalnya nggak bawa pakaian ganti. Setelah satu jam aku menunggu teman-teman dan barang-barang mereka di atas, akhirnya mereka muncul. Luar biasa, kluncum kabeh! Hahahaha.. Untung aku nggak ikut. Mereka bilang, stalaktitnya nggak begitu keliatan karena waktu itu airnya sedang pasang.

Hmm...baru lima kota yang aku jelajahi, sejak gabung di BNI Kediri. Rencananya teman-teman mau touring ke Bromo ato ke Pacitan.  
Ok guys, ready to go?? ^_^