Showing posts with label feel what i feel. Show all posts
Showing posts with label feel what i feel. Show all posts

Sunday, August 5, 2018

Langkah Selanjutnya, Tetap Berusaha

Di hari ke dua siklus menstruasi, aku dan suami putuskan untuk ke rumah sakit. Kali ini kami pindah ke Zübeyde Hanım Hastanesi untuk promil kami selanjutnya.
 
Berangkat dari rumah jam 7.50 pagi, kami sampai di RS jam 9. Suami ambil nomor antrian dan aku diam-diam memperhatikan tulisan berjalan di loket 7. Ah, bahasa Turkiku belum bener, nih. Aku panggil suami untuk membaca tulisan tersebut. Dia pun berjalan menuju loket 7, yaitu loket untuk yabancı atau orang asing. Oh yes, kami nggak perlu antri lama. Hehe.. agak curang sih sebenarnya. Selanjutnya kami menuju ke Kadın Doğum 27 khusus untuk infertility.
 
Di situ, suami menjelaskan tentang maksud kedatangan kami dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dokter tentang riwayat kesehatanku. Dokter di ruangan 27 ini meminta kami untuk ke ruangan 26, yaitu ruangan konsultasi program bayi tabung. Ah.. bayi tabung ya? Aku memang agak kurang setuju dengan ide ini, tapi jika ini yang terbaik, bismillah, ini ikhtiar kami.
 
Kami disambut oleh dokter Oya Aldemir yang ramah. Suami kembali menjelaskan hal yang sama ke dokter Oya. Beliau memintaku untuk bersiap di ruangan untuk USG transvaginal untuk memeriksa endometrium dan ovarium. Setelahnya beliau kembali memanggil suamiku dan menjelaskan bahwa aku harus ambil darah lalu ke poli Dahiliye dan Anestezi, setelah itu kami diminta menuju ke Tüp Bebek Merkezi di gedung yang berbeda untuk pendaftaran program bayi tabung.
 
Di Tüp Bebek Merkezi, kami mendaftarkan diri. Kami diminta menunggu beberapa saat kemudian muncul dokter Oya yang memberikan beberapa instruksi untukku, salah satunya adalah histeroskopi yang dilakukan pada tanggal 2 Agustus. Seorang perawat memberikanku sebutir tablet Cytotec yang aku sendiri nggak paham kegunaannya. Yang jelas tablet ini harus dikonsumsi (di bawah lidah) sebelum dilakukan proses histeroskopi.
 
Tanggal 2 Agustus jam 8 pagi, aku dan suami kembali ke RS untuk ofis histeroskopi. Hmm.. jujur aku deg-degan karena sudah pernah merasakan HSG yang rasanya enggak banget :(
Sekitar hampir jam 10, perawat memanggil namaku. Aku masuk ke dalam ruangan dan diminta berganti bawahan. Eng ing eng.. dokternya laki-laki. Hiks.. mau gimana lagi? Sebelum proses, sang perawat menyemprot bagian bawahku. Kemudian dokter datang beserta peralatan perangnya. Beliau memasukkan kamera kecil ke dalam rahimku. Awalnya biasa saja, tidak berasa apa-apa. Tapi lama-lama terasa mules agak nyeri. Dokter memintaku untuk melihat ke layar. Beliau menunjukkan bagian dalam rahimku. Yah, tapi aku nggak konsen, habisnya terasa mules-mules nyeri itu lho..
 
Oke, histeroskopi done. Alhamdulillah, dokter bilang rahimku normal. Beliau memintaku untuk datang kembali di hari ke dua siklus menstruasi.
 
Visit ke RS kali ini ada sekitar 6 tube darahku diambil. Hehe.. Lumayan, pulang dari RS kepalaku sakit dan berasa agak mual. Oh ya, setelah histeroskopi aku keluar flek selama beberapa hari.
 
Nampaknya di siklus bulan ini kami belum akan balik ke RS dikarenakan suami lebih memilih untuk menghabiskan liburan Kurban Bayram di kampung halamannya. That's okay. Aku akan tuliskan lagi kelanjutan cerita kami setelah kembali dari RS bulan depan, insyaAllah.

Friday, April 21, 2017

Inseminasi Kedua

Ah yaa....ternyata aku memang beneran belum update hasil inseminasi pertama. Yup, sesuai judul yang aku tulis, aku baru melaksanakan inseminasi ke-dua, yang artinya insem pertamaku gagal.

Sedih? Pasti. Tapi sudah aku duga akan gagal. Masalahnya, setelah inseminasi aku stres berat. Entah memang itu efek obat hormon progesteron yg kupakai atau apa, aku nggak tau. Yang pasti Allah belum berkehendak memberikan rezeki berupa keturunan untuk kami.

Tanggal 13 April 2017 kemaren ini inseminasi keduaku dilaksanakan. Berbeda dengan inseminasi pertama, kali ini aku nggak mengalami flek maupun kram setelah insem. Tapi kram perut bawah baru mulai muncul 5 hari setelahnya. Setelah insem pertama, aku sensitif banget, dikit-dikit nangis. Pokoknya stres berat deh. Nah, kebalikan dari yang sebelumnya, kali ini aku nggak ada sedih mewek, yang ada malah sering marah-marah ke suami. Maafkan ya, pak bossss..

Aku suka penasaran. Makanya seminggu setelah insem kali ini aku coba pakai test pack. Hasilnya mengejutkan, bikin deg-degan happy karena muncul garis pink samaarrr banget di garis test. Tapi...aku takut kalau hasilnya ternyata cuma false positive karena efek Ovitrelle 😯 jadi galau..
Kata suamiku aku ini sabırsız alias nggak sabaran. Hmmmm....baiklah, kami tunggu sampai tgl 28 April 2017 (hari ke 15 setelah insem) aja deh. Kami bakal ke RS untuk tes darah Beta HCG yang hasilnya lebih akurat daripada test pack. Bismillah.. insyaAllah beneran ada calon baby di rahimku 😊

Monday, January 16, 2017

Inseminasi

Well.. akhirnya, setelah hari Rabu (11 Januari 2017) kami ke RS Gazi dan profesor Nuray Bozkurt me-USG rahimku, beliau bilang kalo sel telur sudah oke dan ketebalan rahimku sudah 9 mm. Beliau langsung bilang "aşılama". Aşılama itu bahasa Turkinya inseminasi. Beliau menjadwalkan inseminasi pada hari Jumat (13 Januari 2017) dan meresepkan obat suntik Ovitrelle yang fungsinya untuk memecah follikel biar sel telur bisa cepat keluar dalam waktu 24-36 jam.

Aku dan suami keluar RS menuju ke apotek yang menangani obatku sebelumnya. Total dengan obat-obatan baru ini kami belum tau harganya. Katanya masih nunggu "raporlar". Kami beli juga kateter untuk proses inseminasi nanti.

Ovitrelle yang kami beli akan disuntikkan ke perutku jam 12 malam. Sebelumnya suntikan Gonal F yang tinggal 1 kali lagi, harus disuntikkan di jam yang sama seperti sebelum-sebelumnya.

Sehari setelah dari RS, aku iseng-iseng mencoba tes LH sendiri di rumah. Hasilnya positif, dua garis terang muncul. Artinya kemungkinan besar hari itu aku mulai ovulasi. Yay! ^_^

Tanggal 13 Januari 2017 jam 8 pagi aku dan suami sudah sampai di RS. Agak mellow sehari sebelumnya karena suami mengajak ibunya buat menemani aku, jaga-jaga kalau proses inseminasinya sampai siang karena suami harus berangkat ngantor. Aku merasa merana, masa iya yang menghamili siapa, yang nungguin siapa.. :(
Syukurlah paginya setelah aku bujuk, suami nggak jadi membangunkan ibunya.

Setelah mampir di kantin RS untuk sarapan, kami segera naik ke lantai 2 tempat kami biasa konsultasi (Tüp Bebek Merkezi). Para perawat yang sudah hafal dengan kami langsung mempersilakan suami untuk masuk ke ruangan khusus untuk mengambil sperma. Setelah itu kami berdua menunggu kurang lebih satu setengah jam sampai akhirnya namaku dipanggil.

Aku masuk ke ruangan dan langsung dipersilakan untuk mengganti bawahan. Salah satu perawat memintaku untuk berbaring di "kursi eksekusi" yang biasanya dipakai dokter untuk me-USG pasien. Deg-degan rasanya. Nggak lama kemudian Profesor Nuray datang dan langsung melakukan tindakan. Agak ngilu waktu beliau memasukkan alat spekulum untuk membuka miss V ku, tapi asli nggak berasa waktu beliau memasukkan kateter. Sudah begitu saja. Prosesnya cepet banget. Aku pikir malah masih ada proses berikutnya, kok tiba-tiba semua pergi dari ruangan. Aku yang sedang bingung tetap berbaring dengan pasrah sampai akhirnya ada salah satu perawat yang masuk. Aku tanya apa aku boleh berdiri? Dia menjawab, tunggu 5 menit lagi. Oh...okay, berarti proses inseminasinya sudah selesai :D

Setelah perawat memberikan kertas dan menjelaskan sedikit keterangan, aku keluar ruangan. Suamiku bertanya-tanya tapi aku bilang mending langsung tanya ke perawat deh, daripada aku salah menjelaskan. Hehe..

Ternyata dokter meresepkan beberapa obat untukku, di antaranya adalah vaginal gel merk Crinone yang berisi hormon progesterone. Obat ini baru mulai boleh aku pakai 2 hari setelah inseminasi.

Aku dan suami bergegas menuju ke apotek setelah mendapat raporlar dari dokter. Suami membayar total semua obat (Gonal F, Folbiol (asam folat), antibiotik 2 kotak, Ovitrelle dan Crinone) dengan harga hanya 170 TL (sekitar 600 ribu rupiah). Jika digabung dengan biaya RS, totalnya adalah sekitar 1 juta rupiah saja.  Murah, karena semua dicover asuransi :)

Beberapa jam setelah proses, aku mulai merasa nyeri perut plus keluar flek. Untung hanya 1-2 hari saja.

Aku nggak sabar menunggu tanggal 27 Januari 2017 ini. Tapi, apa pun hasilnya, Allah ada di balik semuanya. InsyaAllah kami sudah ikhlas dengan kehendak-Nya :)

Tuesday, January 10, 2017

Oh Baby!

Inilah.. Aku mulai memahami perjuangan pasangan suami istri untuk memperoleh keturunan. Banyak yang begitu nikah langsung jadi, banyak juga yang seperti aku harus menunggu dulu.

Empat hari yang lalu dokter di Gazi Hastanesi Ankara meresepkan beberapa jenis obat. Salah satunya adalah suntikan, dengan merk Gonal F. Bagi pasangan yang pernah menjalani program bayi tabung pasti sudah mengenal merk ini. Gonal F berisi follitropin alfa yang fungsinya adalah untuk meningkatkan kerja hormon FSH dan LH pada saat masa subur agar jumlah sel telur meningkat. Ini sih kata bu dokter temanku sesama WNI yang tinggal di Turki.

Well.. Yang namanya berjuang untuk punya anak pasti berdua dong ya tentunya? :)
Alhamdulillah aku punya suami yang bertanggung jawab dan romantis, yang siap jadi perawat dadakan. Jadi dia yang menyuntikkan obat ke kulit perutku tiap harinya.

Kita tunggu saja gimana hasilnya besok, karena besok kami harus kembali check up di Gazi Hastanesi.

Selamat berjuang juga untuk para pasangan lain di luar sana yang sedang menantikan karunia-Nya. Tetap semangat! ^_^

Monday, September 26, 2016

HSG di Gazi Hastanesi Ankara

Tanggal 7 September 2016 tepat di hari ke 3 menstruasi aku diperiksa bu profesor ahli kandungan. Setelah USG transvaginal dan bertanya tentang siklusku, beliau kasih kertas untuk ambil jadwal tes HSG (Histerosalpingografi) di Kadın Doğum (semacam poli kebidanan atau entahlah namanya jika di Indonesia). Mas petugas di loket pendaftaran waktu itu bilang kalo aku harus beli obat pereda nyeri, antibiotik dan Lipiodol Ultra Fluid (cairan kontras). Antibiotik satu pak isi 14 biji harus sudah dihabiskan sebelum hari H. Nanti pagi sebelum HSG minum obat pereda nyeri dulu. Okelah kalo begitu. Kan aku nurut-nurut aja berhubung aku awam di dunia medis.

Seharusnya tes HSG dilakukan pada siklus menstuasi hari ke 9-14. Sedangkan hari-hari itu jatuh tepat saat libur Idul Adha, jadinya mau nggak mau aku harus ambil jadwal tanggal 19 September.

Tanggal 19 September 2016 jam 10 pagi aku dan suami sudah datang. Oleh mbak petugas kami disuruh balik pukul 13:30. Sudah mulai agak kesal nih. Jam 13:20 suamiku ke loket lagi. Setelah menulis nama, kami diminta antri. Saat namaku dipanggil, kami ke loket lagi daaan...salah satu perawat bertanya apa aku sudah melakukan tes darah BetaHCG karena diharuskan tes dulu sebelum HSG, untuk memastikan aku nggak sedang hamil. Suamiku bilang kalo istrinya ini sudah minum antibiotik selama seminggu, kenapa baru sekarang diminta tes kehamilan? Kalo beneran hamil kan bahaya untuk janin. Marah-marahlah suamiku. Aku ikutan emosi, kenapa nggak dari pagi aku diminta tes darah? Kalo sudah siang kan hasilnya baru bisa dilihat besoknya..

Yaah sudahlah. Mau nggak mau kami harus mengikuti prosedur. Akhirnya tes HSG-ku diganti jadi tanggal 22 September jam 2 siang.

Tanggal 22 September aku dan 3 orang lainnya menunggu di depan ruang Skopi bagian Radiologi. Jujur aku deg-degan banget setelah tau cerita dari temanku maupun dari orang-orang yang sudah pernah menjalani HSG. Namaku dipanggil pada giliran pertama. Aduh! Nggak ada kesempatan buat nanya-nanya nih.

Masuk ke ruang Skopi, aku diminta lepas bawahan pakaian dan pakai semacam kimono tanpa lepas baju atasan. Diminta berbaring dan mulailah aku dieksekusi. Aku mencoba serileks mungkin dengan menyugesti diri kalau nggak akan terasa sakit, serta komat-kamit berdoa. Aku kira yang menangani adalah dokter, ternyata bukan. Yang menangani kami saat itu adalah perawat Kadın Doğum.

Aku diminta rileks supaya alat-alat untuk HSG bisa masuk ke rahimku tanpa hambatan. Oh ya, aku kira sebelum HSG kami akan diminta ke toilet dulu untuk BAK, ternyata nggak. Waktu itu aku takut tiba-tiba pipis atau BAB secara nggak sadar, tapi syukurlah ternyata enggak. Waktu alatnya mulai dimasukkan memang terasa agak nggak nyaman, tapi nggak sakit sama sekali. Aku nggak tau alat apa aja yang dipakai, dan aku memang nggak mau kepo karena malah bikin horor. Setelah dibersihkan, mulailah cairan kontras dimasukkan ke dalam rahim. Awalnya mules mirip seperti ingin BAB, lama-lama rasanya seperti dilep (dysmenorrhea) dan sedikit lebih nyeri. Kalau lagi dilep biasanya aku tiduran melungker untuk menahan nyeri, tapi kali ini nggak bisa. Aku nggak boleh sembarangan gerak-gerak karena di atas posisi perutku ada alat untuk memotret. Syukurlah cuma sebentar, setelahnya mbak perawat bilang sudah oke dan aku sudah boleh ganti baju. Aku keluar ruangan dengan senyum mengembang seakan lupa rasa sakitnya tadi. Ya karena memang nggak begitu terasa nyeri perut juga sesudahnya.

Untung aku sudah memakai pembalut karena sekitar 1 jam kemudian mulai keluar darah. Malamnya aku menggigil dan demam. Entah ini karena efek HSG atau memang karena hawa Turki yang sudah mulai terasa dingin.

Sampai hari ke tiga setelah HSG masih ada sedikit flek. Dan alhamdulillah tanggal 26 September tadi pagi aku balik ke RS untuk cek hasil, semuanya normal. Tinggal menunggu rezeki dari Allah saja untuk kami berdua :)

Saturday, May 28, 2016

Fighting Moments

Huaa.. lama nggak ketik-ketik nih. Sibuk jadi ibu rumah tangga euy. Sibuk gelibag gelibug di sofa maksudnya. Haha..

Ternyata memang perjuangan banget ya, tinggal di negara asing yang bahan makanan dan bumbu-bumbunya nggak selengkap di negara tercinta? Huhuw... baru ku merasakannya. Dulu selama tinggal di Surabaya apa-apa ada, ada ibu yang masakin, kala malas melanda ya tinggal ngabur ke warung atau manalah yang jual makanan. Waktu tinggal di Jeddah bareng teman-teman pun alhamdulillah ada toko ato resto Indonesia, jadi nggak susah kalau pengen masak enak.

Di Ankara memang ada beberapa supermarket yang menjual bahan makanan maupun bumbu impor. Tapi yaa gitu dehh, aku nggak bisa sering-sering belanja di sana. Maklum emak-emak nih, mikir nabung buat masa depan, udah nggak bisa hura-hura seperti masa sebelum nikah. Syukulah Ind*mie tersedia dimana-mana. Hihi..

Dengan keadaan yang begini otomatis mau nggak mau si nyonya rumah ini harus masak dong. Masa mau mengandalkan suami terus? Apa kata mertua? (ehhh..) Ya gitu, akhirnya daku yang pemalas ini jadi belajar masak meskipun yang simple-simple saja. Masak masakan Turki dan pastinya masakan Indonesia. Takdir yaa...hahaha.. kalau nggak gini mungkin aku nggak akan pernah mau belajar masak.

Thursday, March 19, 2015

A Part of My Life Story: part 3 (Finally You)

Dulu yang namanya cinta bagiku sesuatu yang nggak mudah, selalu menguras air mata, sampai-sampai aku pikir cerita akan selalu berulang. Sampai akhirnya Allah mempertemukan aku dengannya lewat seorang teman dan lanjut di sosial media. Sempat kami mengalami masa-masa sulit meskipun ingin kami mewujudkan impian untuk mengarungi hidup bersama.

Melewati masa 2 tahun itulah yang membentuk kami lebih mengenal satu sama lain dengan bentuk hubungan sebagai teman baik setelah cinta kami kandas dalam beberapa bulan saja.

Dan aku percaya Allah memang Maha Baik. Seseorang yang memang diciptakan untukmu akan Dia persatukan dengan cara-Nya yang amazing. 2 tahun setelah kandasnya cinta kami, kali ini Allah benar-benar menyatukan kami dalam ikatan suci pernikahan. Alhamdulillah :)

Unbelievable memang. Aku pun sampai sang pangeran mengucapkan ijab kabul masih belum percaya bahwa akhirnya aku bisa bersamanya sepanjang hayatku, insyaAllah. Padahal sebelum bulan November 2014 aku masih galau dengan keinginan orang tua yang sangat berharap aku menikah di waktu yang bersamaan dengan adik perempuanku awal Februari 2015 :)

Will You Marry Me?
Pangeranku memang nggak benar-benar ada di hadapanku saat dia mengucapkan itu (dalam bahasa Turki: Benimle evlenirmisin?). Tapi keyakinanku serta restu dari orang tua kami (finally..) yang akhirnya membawanya terbang dari Istanbul menuju Jakarta bersama kakak perempuannya untuk mewujudkan niat baiknya menjadikanku sebagai teman hidupnya.


Setelah mengurus surat pengantar dari Kedubes Turki di Jakarta yang hanya membutuhkan ID card (kimlik) serta paspor calon suami, kami terbang ke Surabaya karena keesokan harinya kami harus ke KUA untuk melengkapi persyaratan yang kurang serta melakukan rafak untuk menyocokkan data-data kami berdua.

Akad Nikah yang Mendebarkan
Kami melangsungkan akad nikah tanggal 6 Februari 2015 di KUA Sawahan Surabaya. Yang bikin deg-degan adalah saat ijab kabul karena pangeranku memakai bahasa Indonesia. Bisa dibayangkan perjuangannya menghafalkan dan melafalkan dengan baik. Bahkan sehari sebelum akad nikah dia ke rumah untuk belajar dan sedikit "dikerjain" saudara-saudaraku.

"Saya terima nikahnya Rosana Cahaya Mahardika binti Suroso dengan mas kawin tersebut, tunai."

Alhamdulillah lancar hanya dengan sekali ucap. Jangan ditanya bagaimana perasaanku saat itu. Luar biasa haru. Pangeranku telah membuktikan cintanya dengan kalimat sakti itu.


Sekarang kami mulai membangun keluarga kecil kami di tempat yang baru bagiku. Turki. Negara yang dulu tak pernah terpikirkan bagiku untuk tinggal di situ kini menjadi tempatku berpijak, hidup dan entah sampai kapan aku berada di sini. Aku berharap Allah akan selalu menjaga kami dan anak keturunan kami. Aamiin.

Thursday, April 25, 2013

A Part of My Life Story: Part 2 (Why Goodbye)

Ternyata, serapi apapun rancangan manusia, jika Allah nggak menghendaki maka nggak akan mungkin terwujud. Seringkali aku mengetahui hal ini dari pengalaman orang lain. Aku sendiri juga sering merencanakan sesuatu namun gagal di tengah jalan. Tapi aku nggak pernah menyangka akan mengalami sendiri hal pahit ini. Namun aku percaya Allah lebih mengetahui baik-buruknya sesuatu itu, dan Allah adalah pemilik rencana terbaik untuk makhluk-Nya.

Lanjutan dari A Part of My Life Story yang aku tulis sebelumnya, tentang kisah yang tak akan pernah kulupakan selamanya.

Masih seputaran Turki sih ceritanya. With a Turkish man, maksudnya. We met, we talked, felt comfortable with each other, we dated, we planned to get married, we had many problems from outside, and then...I only can write my feeling through a song lyrics of Christian Wunderlich:


Why Goodbye

So are we over now
Do we just turn the page
or let the story end?
Do we just walk away
Just like we never meant
I know we said some things
And now you want to leave
But maybe that's no reason to
let a good love die

Why goodbye
Why must it be this way
So many words
So many other words that we could say
Why goodbye
After all this time
Can't we try
Why goodbye

Why can't we work it out
Why can't we talk it out little more this time
Search through the rain and find
A ray of hope still shine
We can just close the door
We still are fighting for
We've come too far together to
leave it all behind

The road that I love is never easy
You'll get lost along the way
But in time
You will find your way through
We can make it through the bad times
We can make it to the good times
Through the stormy weather
'Cos we belong together


It's not our fault. We never knew it would be like this. If only I could turn back the time -but I never could-, I would never give you a chance to love me. I never wanna hurt you..

Aku percaya, Allah nggak akan kasih cobaan diluar kemampuan hamba-Nya. Berat sih sebenernya, apalagi kami udah berencana untuk mengikat hubungan kami dengan pernikahan. Tapi keputusan yang aku ambil adalah untuk kebaikan bersama. So sad but I have to do this. Terlalu banyak perbedaan yang memang saat ini belum begitu terlihat. Belum muncul karena toleransi dan rasa cinta yang masih sangat kuat. Bukan berarti kalo udah lama nikah terus cintanya luntur dan udah nggak mau bertoleransi lagi. Sama sekali bukan itu.

Aku sayang, karena itu aku melepaskan. Semakin digenggam, semakin terlukalah kami berdua.

Friday, December 21, 2012

Be Ready to Fly Again

Alhamdulillaah, namaku tiba-tiba ada di dalam list Grup 2 :D
Padahal beberapa teman yang memang berniat untuk memperpanjang masa kerja udah kirim email, tapi nggak dipanggil. Aku yang nggak kirim email malah dipanggil lagi. Subhanallah...rejeki nggak kemana :)
Be ready for the next year duty. Semangaaaattt!!

Wednesday, February 15, 2012

Inilah Aku

Kekasih pilihan Allah..
Saat ini kita memang belum dipersatukan oleh-Nya, tapi sejak bertahun-tahun yang lalu aku telah menunggumu, dan tak akan pernah lelah menunggumu di sini.

Tahukah kamu apa yang aku pikirkan? Aku mungkin jauh dari sosok wanita yang kamu bayangkan. Ya, inilah aku. Aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. Aku dengan semua mimpi-mimpiku.

Aku memang bukan wanita karir yang anggun dengan pakaian kerja dan make-upnya. Aku hanya ingin membaktikan hidupku untukmu dan anak-anakmu kelak.

Mungkin kau hanya akan melihat betapa sederhana pakaianku. Tapi aku akan tetap berusaha untuk menjadi yang tercantik, hanya di hadapanmu dan hanya untukmu.

Mungkin kau hanya akan mendapati seorang wanita yang sibuk mengurus anak-anakmu dari pagi hingga malam. Tapi aku akan berusaha mengurus diriku hingga tak akan pernah membuatmu jemu memandangku.

Mungkin aku tidak bisa membantumu mendapatkan uang rutin setiap bulannya. Tapi aku akan berusaha untuk tetap berkarya, menulis saat anak-anakmu terlelap di malam hari.

Aku pun mungkin bukan wanita cantik dan modis yang bisa kamu bangga-banggakan. Tapi tahukah kau, bahwa kaulah suamiku yang sangat aku banggakan. The one and only one.

Aku harap kau akan membaca tulisan ini, sayang....kekasih pilihan Allah untukku.



With love,
your wife wannabe
-Rosana-

Sunday, January 22, 2012

Rosanna

Mirip-mirip namaku yah? Itu judul lagunya band Toto yang berasal dari Amerika, populer di era 80-an.
Pertama kali aku denger judul lagu ini dari temanku SMA. Dia bilang kalo ada lagu yang judulnya sama seperti namaku. Aku penasaran, tapi nggak terpikir untuk search di internet. Sempat juga waktu interview pertamaku di sebuah perusahaan outsourcing, si interviewer ini mengatakan hal yang sama seperti temanku. Oh yeah...aku tersenyum sambil menyebutkan dengan pede nama band yang mempopulerkan lagu ini. Padahal taunya juga dari temanku. Hehe..

Nah, aku udah nggak terpikir dan penasaran lagi hingga 3 tahun kemudian secara tak terduga aku nemuin mp3 lagu itu di external memory "masku" yang aku pinjem. Uhuk!! Kebetulan bangeeet! Ngapain juga orang itu nyimpen lagu dengan judul yang sama kayak namaku? Hihihi..jujur aku jadi agak geer :p

...and this is the lyrics:

Rosanna

All I wanna do when I wake up in the morning is see you eyes
Rosanna, Rosanna
I never thought that a girl like you could ever care for me, Rosanna
All I wanna do in the middle of the evening is hold you tight
Rosanna, Rosanna
I didn't know you were looking for more than I could ever be

Chorus:
Not quite a year since she went away, Rosanna yeah
Now she's gone and I have to say
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah
Meet you all the way, meet you all the way, Rosanna yeah

I can see your face still shining through the window on the other side
Rosanna, Rosanna
I didn't know that a girl like you could make me feel so sad, Rosanna

All I wanna take is a night you'll never ever have to compromise
Rosanna, Rosanna
I never thought that losing you could ever hurt so bad

Saturday, January 14, 2012

Not An Important Note

Pengen corat-coret ajah. Ga penting sih..

Entah karena udah umurku ato memang mi-pi udah pengen punya cucu, gurauan-gurauan mereka akhir-akhir ini jadi suka mengarah ke situ. Nggak sebel, cuma kesel. Hahaha.. Nggak..nggak..becanda kok. Aku sebenernya malah (dulu) punya target nikah muda, umur 21. Karena udah terlewat bertahun-tahun yang lalu, jadi kalo sekarang ada temen yang nanya targetku, bisa dipastikan aku bakal jawab "nggak punya target". Really. But it doesn't mean that I'm hopeless and don't wanna marry a man forever. Nooo..I'm still a normal young and pretty girl ;)

Ga tau kenapa, sejak pertengahan tahun 2011 aku udah ngerasa ga bingung lagi nyari-nyari Guardian Angel-ku. Hanya Allah yang tahu. Yang pasti, aku yakin Dia minta aku untuk bersabar menunggu. Apakah itu karena aku udah ketemu "my beloved one"? Wallahu a'lam. Yang pasti Dia bakal kasih yang terbaik buat kami berdua.

You know what? Sejak kuliah semester akhir, aku udah mulai nulis-nulis daftar tamu buat walimahanku nanti. Great! Hehehe.. Iya, biar ga ada yang kelupaan diundang. Ga banyak, cuma para sahabat dekatku sejak TK aja. Terus akhir-akhir ini mamiku nguber-uber aku untuk bikin kebaya putih. Itu kan rencanaku kalo udah fix semua. Lha ini belum apa-apa udah disuruh njahitin kebaya. Mamiii...apakah mami punya feeling kalo si sulung bakal nikah tahun ini?? Aku amini aja deh. Aamiin.. ;)

Aku sendiri punya keinginan buat acara walimahanku yang ga tau kapan bakal diadain. Aku pengen pake konsep warna putih dan biru, my favorite colors. Yang pastinya bertabur mawar dimana-mana. Oh ya, pengennya akad plus walimah diadain di rumah aja, selain biar ga terlalu ribet cari gedung, alasan yang pasti yaitu penghematan besar-besaran untuk kami berdua. Mending duitnya ditabung buat keperluan masa depan.

Yeah, cukup sekian dulu curhatan saya. Next time dilanjut dengan tema yang berbeda ^^

Tuesday, November 29, 2011

Dalam Resahku

Oh sungguh hanya gundah yang terasa
Aku tahu siapa kita
Bersabar ku menantimu disini,
tak tahu akan ujungnya.

Berteman asa, merenda kasih
Ah, hanya Tuhan yang tahu seberapa besar rasaku

*****

Terimakasih, ya Allah.. Kau kirimkan malaikat-Mu padaku. Meski kadang kurasa tak seindah yg pernah kubayangkan, tetap ku bersyukur pada-Mu, karena dia ada di hidupku.
An angel appears in human shape. I love him so much, ya Rabb.. Izinkan aku mendampinginya, selamanya. Aamiin..

Sunday, October 30, 2011

Aku Masih Ingin Terbang Setinggi Awan

Melupakan begitu saja keinginan besarku ternyata ga semudah membalik telapak tangan. Meski sudah berkali ku coba dan gagal, asa terpendam itu masih tetap ada. Aku HARUS bisa!

Well...yeah, flying as high as clouds on the sky. Aku masih berkeinginan untuk menjadi seorang pramugari, at least sebagai pramugari haji. Meski umur sudah hampir mendekati batas maksimal, tapi masih juga pengen mencoba. Pokoknya harus dicoba lagi semaksimal mungkin. Titik.

Semangat, Cha! ^_^